TINS Timah Tbk


Saham TINS Timah Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
TINS Lelang Eks Koba Tin Terganjal Pascatambang
21 May 2018 19:12 (3 hari 17 jam lalu) - Bisnis.com, JAKARTA - Kendati kontrak karya (KK) PT Koba Tin sudah berakhir pada 2013, bekas wilayah tambang perusahaan itu masih belum bisa dilelang oleh pemerintah. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan proses lelang bekas wilayah tambang Koba Tin masih terganjal masalah kewajiban pascatambang. Hingga saat ini, belum ada kegiatan pascatambang yang dilakukan. "Kewajiban pascatambangnya memang belum selesai sampai sekarang," katanya kepada Bisnis, Senin (21/5/2018). Kementerian ESDM mengungkapkan salah satu penyebab terkatung-katungnya proses reklamasi tersebut adalah masalah internal Koba Tin. ...
PGAS TINS Sinarmas Sekuritas: Rekomendasi Saham BoW: PGAS & TINS - Market Bisnis.com
21 May 2018 08:48 (4 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA -- Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal indeks hari Senin (21/5), diprediksi bergerak pada kisaran 5.737-5.845. Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat (18/05) ditengah sentimen investor terhadap proses negosiasi hubungan dagang AS dan China. Mata uang rupiah bergerak stabil terhadap dollar AS di level Rp 14,053. Harga crude oil naik ke level USD 71.70 per barrel. Harga batubara naik ke level USD 104.35 per juta ton. 10Yr Government Bonds Yield naik ke level 7.39%. Dari luar negeri, perang dagang antara AS dan China untuk sementara ditahan. Kedua ...
TINS Produksi Timah Terbesar Kedua di Dunia Dibawah Yunnan Tin - Dunia Energi
21 May 2018 02:08 (4 hari lalu) - JAKARTA-PT Timah Tbk (TINS), anak usaha PT Inalum (Persero), induk usaha BUMN pertambangan, tercatat sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, di bawah perusahaan China, Yunnan Tin sepanjang 2017. Namun di kawasan Asia Tenggara, Timah menempati peringkat pertama mengungguli perusahaan timah negeri jiran, yaitu Malaysia Smelting Corp dan Thaisarco, Thailand. Berdasarkan data International Tin Research Institute (ITRI) sepanjang 2017, Timah mencatatkan produksi 30.300 ton timah, naik 27,5% (year on year) dibandingkan periode 2016 sebesar 23.756 ton. Ini adalah kenaikan tertinggi sejak 2011. Sedangkan produksi Malaysia Smelting Corp turun ...
ANTM TINS Total Cadangan Tambang Inalum Diperkirakan Senilai Rp 6.575,8 Triliun - Dunia Energi
20 May 2018 20:21 (4 hari lalu) - JAKARTA – PT Inalum (Persero), perusahaan induk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pertambangan, diperkirakan memiliki cadangan tambang senilai total US$ 469,77 miliar atau sekitar Rp 6.575,8 triliun (kurs Rp 14.000). Nilai itu berpotensi naik jika memasukkan sumber daya tambang sehingga total mencapai US$ 1,07 triliun atau sekitar Rp 14.980 triliun. Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Inalum, mengatakan total cadangan terbesar Inalum adalah batubara yaitu sebesar 3,3 miliar ton atau setara US$ 231 miliar. Berikutnya adlah tembaga 19,43 juta ton dengan estimasi senilai US$ 129,53 miliar dan ketiga bauksit sebear 3 juta ton senilai US$ ...
ANTM TINS PTBA Bukit Asam Kontribusi 50% Laba Bersih Inalum di Kuartal I 2018 - Dunia Energi
20 May 2018 19:07 (4 hari lalu) - JAKARTA-PT Bukit Asam Tbk (PTBA), emiten pertambangan batu bara dengan produksi terbesar keenam nasional, memberi kontribusi sebesar 50% atau sekitar Rp 1,45 triliun laba bersih perusahaan terhadap laba bersih PT Inalum (Persero), induk usaha badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pertambangan sepanjang kuartal I 2018. Total laba bersih Inalum pada periode Januari-Maret 2018 sebesar Rp 2,9 triliun. Selain berasal dari Bukit Asam, pendapatan Inalum juga berasal dari tiga kepemilikan saham di PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Freeport Indonesia. Bukit Asam menjadi pemberi kontribusi laba bersih terbesar bagi Inalum. P ...
TINS INCO Emiten Tambang ANTM, INCO, & TINS Paling Prospektif, Ini Kata Analis - Market Bisnis.com
15 May 2018 18:04 (9 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA—Tiga saham di sektor pertambangan logam meliputi PT Aneka Tambang Tbk., PT Vale Indonesia Tbk., dan PT Timah Tbk., dinilai paling prospektif pada 2018 seiring dengan kenaikan fundamental kinerja masing-masing emiten dan penguatan harga komoditas metal. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Sharlita Malik menyampaikan, peningkatan harga logam menopang prospek kinerja emiten logam pada 2018. Saham tambang metal pilihannya adalah INCO (target Rp3.600), TINS (Rp1.150), dan ANTM (Rp1.050). "Ketiga saham itu mendapat rekomendasi beli," tuturnya saat dihubungi, Senin (14/5/2018). Pada kuartal I/2018, pendapatan INCO meningkat 18,4 ...
TINS 3 Saham Emiten Tambang Mineral Ini Paling Prospektif - Market Bisnis.com
15 May 2018 17:53 (9 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA—Tiga saham di sektor pertambangan logam, yakni ANTM, INCO, dan TINS dinilai paling prospektif pada 2018 seiring dengan kenaikan fundamental kinerja masing-masing emiten dan penguatan harga komoditas metal. Analis MNC Sekuritas Sukisnawati Puspitasari dan Gilang Anindito dalam laporannya menyebutkan, dua komoditas logam yang menjadi perhatian ialah nikel dan timah. Harga nikel diperkirakan mengalami tren menguat pada tahun ini seiring dengan meningkatnya permintaan bahan baku baterai. Hal ini ditunjukkan data impor baterai China yang tumbuh 26,88% year-on-year (yoy) pada kuartal I/2018. Akan tetapi, permintaan dari Negeri ...
TINS TINS telah menghabiskan dana Rp 75,25 miliar untuk eksplorasi di bulan April
11 May 2018 14:43 (13 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama bulan April 2018, PT Timah Tbk (TINS) telah menghabiskan dana sebesar Rp 75,25 miliar untuk eksplorasi. Emiten tersebut melakukan kegiatan eksplorasi di darat dan laut Bangka Belitung. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), rincian dana yang digelontorkan TINS sebesar Rp 60,28 miliar untuk biaya operasional dan Rp 14,97 miliar untuk biaya investasi kegiatan eksplorasi TINS di laut. Kegiatan eksplorasi di laut meliputi kegiatan pemboran geologi dan pengeboran rinci di perairan Bangka (Laut Air Kantung) dan perairan Belitung (Laut Belitung Timur) dengan menggunakan empat ...
Artikel lain:
    icon Neraca:   Biaya Eksplorasi Timah Capai Rp 75,25 Miliar - 14 May 2018 11:09 (11 hari lalu)
TINS April, PT Timah Habiskan Biaya Eksplorasi Rp75 Miliar - IMQ | Indonesia Market Quotes
11 May 2018 11:02 (14 hari lalu) - IMQ, Jakarta — PT Timah Tbk (TINS) telah mengeluarkan biaya eksplorasi sepanjang April 2018 sebesar Rp75,250 miliar. Rinciannya, sebesar Rp60,284 miliar untuk biaya operasional dan Rp14,966 miliar untuk biaya investasi. Demikian publikasi resmi perseroan, Jumat (11/5). Kegiatan eksplorasi Timah di laut pada April 2018, berupa kegiatan pemboran geologi dan pemboran rinci di perairan Bangka (L. A. Kantung) dan perairan Belitung (L. Belitung Timur) dengan menggunakan 4 unit kapal bor dengan total meter bor sebanyak 7.254,7 meter. Sementara, kegiatan eksplorasi di darat pada periode tersebut meliputi pemetaan geologi, Geokimia, core logging, p ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10