PADI Minna Padi Investama Sekuritas Tbk


Saham PADI Minna Padi Investama Sekuritas Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa Aksi Korporasi - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
PADI Direktur PT Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) Mengundurkan Diri - Market Bisnis.com
12 Mar 2020 07:24 (8 bulan lalu) - Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu Direktur PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) Harry Nugroho Prasetyo Danardojo mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama PT Minna Padi Investama Sekuritas Djoko Joelijanto setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan di Jakarta pada Rabu (11/3/2020). Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh komisaris dan direksi perusahaan serta para pemegang saham itu, perseroan mengesahkan pengunduran diri Harry dari jabatannya sebagai Direktur PT Mina Padi Investama Sekuritas. Baca juga: Minna Padi Klaim Tidak Terkait Soal MPAM “Benar hari ini Pak Harry resmi mengund ...
PADI MINA Suspensi Dibuka, Saham Sanurhasta Drop & ARA Bawah
14 Feb 2020 13:58 (9 bulan lalu) - Jakarta, CNBC Indonesia- Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan Jumat ini (14/2/2020). Sontak setelah suspensi dibuka, saham MINA langsung kena batas bawah penolakan sistem alias auto reject bawah. Saham MINA sempat dihentikan sementara (suspensi) cukup lama sejak 16 Januari silam seiring dengan penurunan harga yang signifikan atas saham perusahaan jasa pariwisata ini. Data BEI mencatat pada penutupan sesi I, saham MINA langsung ambles 24,77% di level Rp 164/saham dari harga sebelumnya Rp 218/saham. Dengan range harga terakhir Rp 2 ...
Artikel lain:
    icon CNBC Indonesia:   Suspensi Dibuka, Saham Sanurhasta Drop & Auto Reject Bawah - 14 Feb 2020 14:14 (9 bulan lalu)
    icon IPOT News:   Suspensi Dibuka, Saham Sanurhasta Drop & Auto Reject Bawah - 14 Feb 2020 14:46 (9 bulan lalu)
PADI Ilham Habibie Cs Dapat Restu OJK jadi Investor Bank Muamalat
05 Feb 2020 06:39 (9 bulan lalu) - Jakarta, CNBC Indonesia - Jalan panjang PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencari investor baru akhinya menemukan titik terang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberi restu kepada konsorsium Al Falah Investments Pte. Ltd. menjadi investor bank syariah pertama di Indonesia tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso setelah melakukan Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Ini kan tinggal eksekusi, eksekusi itu proses-proses administrasi. [Calon investor] sudah ada. Konsorsium Al-Falah," kata Wimboh. Wimboh menekankan bahwa OJK sudah memberikan persetujuan kepada konsorsium tersebu ...
PADI MINA Gegara Repo, Edy Suwarno Lepas 934 Juta Saham MINA
28 Jan 2020 15:31 (10 bulan lalu) - Jakarta, CNBC Indonesia- Investor pasar modal, sekaligus pemegang saham dua emiten PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), yakni Edy Suwarno, menjual sebanyak 934.221.800 saham MINA dengan tujuan pelepasan investasi. Selain itu, penjualan saham MINA tersebut juga berkaitan dengan transaksi repurchase agreement atau repo saham (gadai). Harga penjualan pada transaksi yang dilakukan pada 17 Januari itu di harga Rp 270/saham dan Rp 885/saham. Dengan asumsi harga tersebut, nilai penjualan berkisar antara Rp 252,24 miliar hingga Rp 826,79 miliar. "Tujuan transaksi pelepasan investasi dan Repo, status kepe ...
PADI Jejak Ilham Habibie yang Ngotot 'Caplok' Muamalat
18 Dec 2019 07:14 (11 bulan lalu) - Jakarta, CNBC Indonesia- Ilham Habibie, founder Al Falah Investments Pte. Limited bersikeras ingin menyuntikkan modal kepada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Padahal konsorsium investasi yang diajukan pernah ditolak OJK. Menurut Ilham yang menjadi Komisaris Utama Bank Muamalat sejak 28 Juni 2018 mengatakan, Al Falah merupakan salah satu investor yang paling siap untuk menyuntikkan modal ke bank syariah pertama di Indonesia ini. "Ya masih seperti semula, jadi pernah ada penawaran dari Al Falah itu masih berlaku tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan. OJK tidak menyetujui itu, jadi masih dalam bahasan," ujar Ilham seusai RUPS Luar Biasa Ba ...
PADI Laba PT Minna Padi Sekuritas Jatuh Jadi Rp5,2 M - pasarmodal www.inilah.com
26 Jul 2019 15:27 (1 tahun 4 bulan lalu) - INILAHCOM,Jakarta - PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) mengalami penurunan drastis laba bersih menjadi Rp5,2 miliar per 30 Juni 2019 dari Rp22,92 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Untuk pendapatan usaha justru naik tajam hingga 14,3 miliar dari Rp3,8 miliar. Sedangkan total beban usaha menjadi Rp12,3 miliar dari Rp12,8 miliar. Jd laba usaha menjadi Rp1,96 miliar dari Rp9,04 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (26/7/2019). Untuk laba sebelum pajak menjadi Rp5,2 miliar dari Rp33,9 miliar. Sedangkan tanggungan pajak menjadi Rp5,4 miliar dari Rp14,7 miliar. Jadi laba bersih menjadi Rp5,2 miliar dari R ...
PADI PADI Belum Bisa Penuhi Hasil RUPS-LB
28 Jan 2019 16:28 (1 tahun 10 bulan lalu) - Jakarta - PT Minna Padi investama Sekuritas Tbk (PADI ) belum bisa melaksanakan hasil keputusan RUPS -Luar Biasa yang telah menyetujui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/rights issue). Menurut Direktur Utama PADI , Djoko Joeliaanto, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan OJK Nomor 32/POJK 04/2015 Bab II Pasarl 8 butir ke-3 memuat waktu antara tanggal persetujuan RUPS sampai dengan efektifnya Pernyataan Efektif tidak lebi dari 12 bulan. "Maka, bersama dengan ini PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk menyampaikan bahwa rencana HMETD tersebut belum dapat terlaksana," kata Djoko dalam keterbukaan informasi PADI yang dila ...
PADI Ijin Right Issue PADI Kadaluarsa
28 Jan 2019 16:07 (1 tahun 10 bulan lalu) - Pasardana.id - PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) telah mengantungi ijin pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue pada tanggal 7 Februari 2018. Sayangnya, hingga saat ini rencana tersebut belum terlaksana. Sehingga jika berencana melaksanakan kembali, harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hal itu mengacu pada POJK Nomor 32/POJK.04/2015 Bab II Pasal 8 Butir 3 yang memuat tentang jangka waktu persetujuan RUPSLB dengan pelaksanaan right issue. “Sampai dengan saat ini, rencana right issue belum terlaksana,” tulis Direktur Utama PADI, ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10