NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk


Saham NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
NIKL Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
INAF TRAM NIKL BOSS 5 Saham Yang Jatuh Paling Dalam di Tahun 2019 – Creative Trading System
23 Dec 2019 14:50 (28 hari lalu) - Ada 2 jenis kerugian yang bisa menjadi resiko seorang Investor Saham, Rugi Nilai dan Rugi Waktu. Bila kita berbicara seputar Rugi Waktu, kondisi ini adalah ketika saham yang kita beli sejak lama, tidak bergerak kemana – mana. Kerugian seperti ini umumnya terjadi pada saham 50. Sebenarnya modal kita tidak hilang, tetapi karena saham ini tidak bergerak, dan uang kita sudah ada di dalam, kita bisa menjadi kehilangan kesempatan dari saham – saham lain yang mungkin sudah bergerak. Lalu jenis kerugian yang kedua adalah, Rugi Nilai. Pada kondisi ekonomi yang menantang, Rugi Nilai menjadi kerugian yang paling sering dialami oleh Investor Saham. Dan ...
INAF JSKY IHSG NIKL IHSG Merah, 4 Saham Ini Mampu Meroket hingga 26% - Halaman 2
20 Dec 2019 07:47 (1 bulan 1 hari lalu) - JSKY, PURE, NIKL & INAF Pimpin Top Gainers JSKY Saham JSKY melesat 26% di level Rp 252/saham, dengan nilai transaksi Rp 59,7 miliar dan volume perdagangan 250,94 juta sahan. Saham ini pernah disuspensi atau dihentikan sementara perdagangan oleh BEI pada 21 November, tapi kemudian dibuka lagi pada 25 November lalu. Saham JSKY ini sempat masuk pengawasan BEI karena harganya turun tajam. JSKY merupakan perusahaan energi milik keluarga Tandiono. Perusahaan ini tercatat di bursa pada 28 Maret 2018 dengan menawarkan saham di pasar perdana senilai Rp 400/saham. Sebulan terakhir, saham JSKY menguat 32%, sementara year to date atau tahun berjalan sa ...
NIKL Laporan Hasil Public Expose - Insidentil
NIKL Latinusa (NIKL) Kejar Pertumbuhan hingga 10 Persen pada 2020 - Market Bisnis.com
18 Dec 2019 14:03 (1 bulan 3 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk. atau Latinusa optimistis membukukan pertumbuhan penjualan 7%-10% pada 2020. Direktur Utama Pelat Timah Nusantara Ardhiman Trikaryawan Akanda menyampaikan perseroan berharap dapat mencetak pertumbuhan penjualan 7%-10% pada tahun depan. Optimisme ini seiring dengan beberapa katalis yang mendorong tingkat konsumsi masyarakat. Baca juga: Suspensi dibuka, Saham NIKL ke Zona Hijau Dia menyampaikan bisnis perseroan terkait dengan sektor consumer goods, terutama industri makanan. Pertumbuhan belanja pemerintah pada tahun depan diharapkan menjadi pendorong bagi tingkat konsumsi masyarakat. Apalag ...
Artikel lain:
    icon IPOT News:   Latinusa (NIKL) Kejar Pertumbuhan hingga 10 Persen pada 2020 - 18 Dec 2019 16:55 (1 bulan 3 hari lalu)
    icon Neraca:   Pelat Timah Incar Penjualan Tumbuh 10% - Stabilitas Ekonomi Terjaga - 19 Dec 2019 12:11 (1 bulan 2 hari lalu)
NIKL NIKL menilai PP No 32 tahun 2019 dapat ciptakan daya saing yang lebih sehat
18 Dec 2019 14:14 (1 bulan 3 hari lalu) - JAKARTA. Produsen tinplate PTPelat Timah Nusantara Tbk (NIKL ) menilai Peraturan Menteri Perindustrian No 32 Tahun 2019 dapat menciptakan daya saing yang lebih sehat karena memberikan banyak opsi ke konsumen untuk memperoleh bahan bakunya. Sebelumnya, polemik tumpang tindihnya Peraturan Menteri Perindustrian No 32 Tahun 2019 tentang ditariknya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Kementerian Perindustrian untuk proses perpanjangan izin impor bentrok dengan Permendag No 110 tahun 2018 yang masih berlaku dan mewajibkan adanya pertimbangan teknis (pertek). Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI) khawatir akan terjadi kendala produksi kare ...
Artikel lain:
    icon IPOT News:   NIKL Optimis Hadirnya PP No 32 2019 Bisa Ciptakan Daya Saing Lebih Sehat - 18 Dec 2019 15:49 (1 bulan 3 hari lalu)
NIKL Rugi Selisih Kurs Turun, NIKL Raih Laba Sebesar USD 1,85 Juta di Kuartal III 2019
18 Dec 2019 15:12 (1 bulan 3 hari lalu) - Pasardana.id- PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menyebut faktor utama pertumbuhan bisnis perseroan adalah kondisi stabilitas kurs rupiah. Pasalnya, bahan baku produksi masih lebih banyak impor. Direktur Utama NIKL, Ardhiman Trikaryawan Akanda mengungkapkan, di kuartal III 2019 ini, perseroan mampu mencetak laba sebesar USD 1,85 juta dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (2018) yang tercatat merugi sebesar USD 3,20 juta. “Laba ini diraih dari rugi selisih kurs yang turun,” ujarnya, pada paparan publik insidentil di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/12). Meski demikian, lanjut dia, perseroan menargetkan pendapatan dan laba mam ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10