LPPF Matahari Department Store Tbk


Saham LPPF Matahari Department Store Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
LPPF Laporan Informasi dan Fakta Material
LPPF Laporan Informasi dan Fakta Material
MAPI LPPF Sektor ritel lesu, sejumlah emiten giat menambah gerai di semester kedua
11 Aug 2019 11:07 (6 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ritel masih tertekan daya beli masyarakat yang belum bangkit. Sejumlah emiten ritel terus gesit berekspansi untuk mengerek kinerja hingga tutup tahun. Head of Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Fetty Kwartati menyatakan, lesunya sektor ritel tidak begitu berpengaruh pada kinerja dan aktivitas bisnis MAPI. “Pencapaian MAPI di semester I melebihi target yang diasumsikan sebab beberapa bisnis unit memberi growth yang lebih tinggi dari yang ditentukan pada awal tahun,” kata Fetty kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8). Baca Juga: Punya utang Rp 200 miliar, Mitra Adi Perkasa (MAPI) akan bayar pakai ...
LPPF Penyampaian Bukti Iklan
LPPF Laporan Kepemilikan Saham
LPPF Buyback Belum Mampu Bendung Penurunan Harga Saham Matahari | Katadata News
08 Aug 2019 19:11 (9 hari lalu) - PT Matahari Department Store Tbk. masih melanjutkan pembelian kembali (buyback) sahamnya. Langkah ini bertujuan untuk menyokong harga saham yang anjlok di tengah penurunan kinerja bisnis. Meski begitu, penurunan harga saham belum mampu terbendung. Pemegang saham telah menyetujui buyback sebanyak-banyaknya 7% saham atau maksimal 87.537.542 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Oktober 2018. Belakangan, pemegang saham memberikan persetujuan penambahan buyback menjadi sebanyak-banyaknya 10% atau 291.791.808 saham, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2019. Direktur Legal dan Sekretaris Perusahaan Matahari Miranti Hadisusilo menga ...
Artikel lain:
    icon Katadata:   Aksi Beli Balik Saham Belum Bisa Tahan Penurunan Harga Saham Matahari - 08 Aug 2019 19:40 (9 hari lalu)
LPPF LPPF gesit berekspansi tapi saham dan labanya konsisten turun, kok bisa?
08 Aug 2019 16:35 (9 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF, anggota indeks Kompas100) gesit berekspansi pada tahun ini. Kendati demikian, perolehan laba serta sahamnya konsisten menurun tiga tahun belakangan ini. Sejumlah analis menilai, turunnya saham LPPF inline dengan posisinya yang tertekan dengan ketatnya penjualan ritel saat ini. Baca Juga: Saham emiten Indonesia tak terpengaruh review MSCI indeks di Agustus 2019 Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan penurunan saham LPPF inline dengan penurunan laba dan tercermin juga rasio net profit margin (NPM) mengalami tren penurunan. “Salah satu penyebab penurunan ya ...
LPPF Persaingan ketat, saham Matahari Department Store (LPPF) direkomendasikan hold
06 Aug 2019 06:35 (11 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya persaingan di industri penjualan pakaian, membuat prospek kinerja keuangan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) di sisa 2019 meredup. Maraknya penjualan online semakin memperketat persaingan bagi LPPF. Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, kinerja LPPF ke depan berpeluang tertekan. "Karena persaingan dengan perusahaan sejenis yang lebih menarik dari segi harga dan kemudahan membeli online," kata William kepada Kontan.co.id, Senin (5/8). Baca Juga: Kinerja melempem, simak rekomendasi analis untuk saham LPPF William belum merekomendasikan investor untuk membeli saham LPPF karena masih banyak di ...
LPPF Kinerja melempem, simak rekomendasi analis untuk saham LPPF
06 Aug 2019 05:54 (11 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja perusahaan belum sesuai harapan, saham PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF, anggota indeks Kompas100) disarankan untuk tahan atau hold. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan bersih yang berhasil diraup perseroan di kuartal II-2019 naik 0,6% yoy menjadi Rp 5,95 triliun. Baca Juga: Ekspansif, Sarana Menara Nusantara (TOWR) targetkan realisasi capex Rp 3,5 triliun Sayangnya, emiten juga mencatatkan kenaikan beban keuangan menjadi Rp 25,182 miliar atau sebanyak 61,31%. Dengan begitu, laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk turun 13,43% menjadi Rp 1,61 triliun. Meskipun begitu, Anal ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10