KKGI Resource Alam Indonesia Tbk


Saham KKGI Resource Alam Indonesia Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
KKGI Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik Data Utang / Kewajiban Dalam Valuta Asing
KKGI Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek/Perubahan Struktur Pemegang Saham
KKGI Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi
KKGI Laporan Hasil Public Expose - Tahunan
KKGI Tahun Depan, PT Resource Alam Indonesia Tbk Menargetkan Produksi 4 Juta Metrik Ton
30 Nov 2018 06:16 (15 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan tambang batubara dalam negeri, PT Resource Alam Indonesia Tbk, ingin mengulang kembali masa kemakmuran pada era tahun 2011–2013. Perusahaan ini menargetkan produksi batubara sebanyak 4 juta metrik ton (mt) pada tahun 2019. Sebanyak 25% adalah target volume batubara untuk memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO). Berdasarkan materi paparan publik Resource Alam yang dipublikasikan 27 November 2018, dalam kurun waktu tahun 2007-2018, ada tiga masa volume produksi menyentuh angka 4 juta mt. Pada tahun 2011 dan 2012, masing-masing volume produksi mereka mencapai 4,22 juta mt dan 4,19 juta mt. Tahun 20 ...
KKGI Resource Alam prepares US$ 2.5 million of capital expenditure for next year - IDNFinancials
29 Nov 2018 17:01 (16 hari lalu) - JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) allocates a capital expenditure (capex) of US$ 2.5 million for 2019. That fund is allocated from the company's internal fund. The amount of the capex of 2019 is still the same as the capex for 2018. Director of PT Resource Alam Indonesia, Agoes Soegiarto stated that the capital expenditure of KKGI will still be focused on the purchase of heavy equipment and the maintenance of infrastructure. KKGI will focus to add heavy equipment on its own mining area. "To increase production, we will try to add several heavy equipment in Manunggal Jaya," said Agoes in the public expose of PT Resource Alam Ind ...
KKGI Resource Alam Indonesia (KKGI) siapkan belanja modal US$ 2,5 juta tahun depan
29 Nov 2018 15:27 (16 hari lalu) - KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 2,5 juta pada tahun 2019. Dana tersebut dianggarkan dari dana internal perusahaan. Besaran anggaran belanja modal KKGI 2019 tersebut sama seperti anggaran capex tahun 2018. Direktur PT Resource Alam Indonesia, Agoes Soegiarto mengatakan belanja modal KKGI masih akan berfokus pada pembelian alat berat dan perbaikan infrastruktur. KKGI akan fokus menambah alat berat pada daerah penambangan yang dilakukan sendiri. "Guna meningkatkan produksi, kami akan berupayakan menambah beberapa alat berat yang bekerja di lok ...
Artikel lain:
    icon IPOT News:   Resource Alam Indonesia (KKGI) siapkan belanja modal US$ 2,5 juta tahun depan - 29 Nov 2018 16:01 (16 hari lalu)
KKGI Resources Alam Indonesia (KKGI) berusaha perbaiki kinerja tahun depan
29 Nov 2018 14:42 (16 hari lalu) - KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan tambang batu bara, PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) terus mengupayakan perbaikan kinerja bisnisnya di tahun depan. Manajemen berharap harga batubara dapat meningkatkan margin perusahaan. Pintarso Adijanto, Direktur Utama KKGI mengatakan perusahaan telah mendapatkan tambahan pembeli dari China. "Diperkirakan shipment-nya akhir Desember hingga sampai disana awal Januari," katanya saat paparan publik berlangsung, Kamis (29/11). Lebih lanjut Pintarso menyebutkan bahwa harga batu bara diprediksi tidak turun lagi, hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan KKGI yang pada kuartal tiga tahun ini tergeru ...
KKGI Resource Alam net income drops as of September - IDNFinancials
29 Nov 2018 14:28 (16 hari lalu) - JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) posted a decrease in net income by 32.71% (yoy) to US$ 36.24 million. KKGI Director Agoes Soegiarto said the decline in income was due to very competitive prices. "Other countries are also experiencing oversupply of coal, which is influenced by China's reduction of their coal consumption," Mr Soegiarto said in a public presentation on Thursday (29/11). According to the company's management, the average selling price up to the first nine months was recorded at US$ 44.9 per metric tonne (MT), down compared to the end of 2017 which still stood at US$ 46.63 per MT. Because the topline was recorded ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10