JECC Jembo Cable Company Tbk


Saham JECC Jembo Cable Company Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
JECC Jembo Cable’s net profit dropped 52% yoy in Q1 2021 | IDNFinancials
07 May 2021 20:27 (2 bulan 22 hari lalu) - JAKARTA. PT Jembo Cable Tbk (JECC), one of the biggest cable manufacturers in Indonesia, recorded a decline in its net profit by 52% year-on-year (yoy) to IDR 3.54 billion in Q1 2021. Based on its recently released financial report, this shrinkage went hand in hand with the weakened sales performance of JECC that decreased 5.29% yoy to IDR 439.32 billion. Furthermore, the cost of goods sold went up by 5.29% yoy to IDR 412.02 billion. By looking at its product sales, 77% of its sales came from electric cable sales. Another 20% was from phone cable, and the remaining 3% was other goods. According to idnfinancials.com data, 52.57% of JECC sha ...
JECC Kinerja Jembo Cable Company (JECC) lesu, pendapatan dan laba bersih turun di 2020
15 Apr 2021 12:43 (3 bulan 14 hari lalu) - Reporter: Dimas Andi Editor: Anna Suci Perwitasari KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kabel, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) membukukan kinerja keuangan yang kurang memuaskan sepanjang tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan bersih JECC tercatat sebesar Rp 1,57 triliun pada tahun 2020 atau berkurang 46,23% (yoy) dibandingkan penjualan bersih di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,92 triliun. Mayoritas penjualan bersih JECC di tahun lalu berasal dari segmen bisnis kabel listrik tegangan rendah berbahan tembaga sebesar Rp 802,67 miliar dan kabel listrik tegangan rendah berbahan aluminium sebesar Rp 290,71 ...
JECC Laba JECC Anjlok 89 Persen Pada Tahun 2020
15 Apr 2021 09:27 (3 bulan 14 hari lalu) - P asardana.id - PT Jembo Cable Company Tbk (IDX: JECC) mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,924 miliar pada akhir tahun 2020, atau turun 89,21 persen dibandingkan akhir tahun 2019, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp102,51 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar turun menjadi Rp79, dibandingkan akhir tahun 2019, yang membukukan laba per saham senilai Rp678. Data itu berdasarkan laporan keuangan telah audit emiten kabel listrik ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/4/2021). Jelasnya, penjualan bersih tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,575 triliun atau turun 46,17 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp2,926 tri ...
Artikel lain:
    icon Pasardana.id:   Laba JECC Anjlok 89 Persen Tahun 2020 - 15 Apr 2021 09:27 (3 bulan 14 hari lalu)
    icon EmitenNews.com:   Laba Bersih Jembo Cable Company (JECC) Tergerus 89 Persen Jadi Rp11,9 Miliar - 15 Apr 2021 11:46 (3 bulan 14 hari lalu)
JECC JECC spotted a decline in sales by 46.17% | IDNFinancials
15 Apr 2021 10:54 (3 bulan 14 hari lalu) - JAKARTA – Electric and communication cable sales of PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) was reported at IDR 1.57 trillion in 2020, decreasing by 46.17% from IDR 2.92 trillion in 2019. This decline was linked to the weakened property and infrastructure development due to the COVID-19 pandemic. Santoso, the President Director of JECC, mentioned that the sales within the domestic market went down to IDR 1.55 trillion from IDR 2.89 trillion, while the exports reduced down to IDR 19.6 billion from IDR 29.33 billion. The purchase made by PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), which generally exceeded 10%, was also lessened to IDR 784.07 billion fr ...
JECC Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
BOLA JECC BINA MEGA KONI Terkuak! Selain MEGA, Grup Salim juga Cuan di Saham-saham Ini - Halaman 2
22 Feb 2021 14:39 (5 bulan 6 hari lalu) - Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Rabu (18/2/2021), perusahaan yang ini menguasai saham di PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dan perusahaan pengelola klub sepak bola Bali United, yakni PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA). Lainnya, yakni perusahaan kabel listrik PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) dan perusahaan distributor produk fotografi PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI). Lantas, bagaimana valuasi saham Grup Salim di keempat saham emiten di atas? Mengacu pada data KSEI (18/2), Indolife tercatat menguasai 21,47% atau 1,21 miliar saham (1.214.051.129 saham) di BINA, memiliki 323.168.000 saham atau 5,39% di BOLA. Selai ...
JECC Ringkasan Risalah Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa
JECC Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10