BINA Bank Ina Perdana Tbk


Saham BINA Bank Ina Perdana Tbk - Berita, Prospek, dan Analisa - :
Stocks Asia - Berita saham, analisis saham, dan prospek saham
Tip: Gunakan untuk menyimpan saham-saham favorit
BINA Relaksasi Bank Indonesia: Bank Ina Nilai Sesuai dengan Kondisi Industri Perbankan
11 Sep 2017 07:48 (11 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk. menilai rencana Bank Indonesia memasukkan penempatan dana bank pada obligasi korporasi ke komponen financing pada perhitungan financing to funding rasio (FFR) sangat sesuai dengan aksi hati-hati bank dalam penyaluran kredit. Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo mengatakan, dalam kondisi ekonomi saat ini, penempatan obligasi korporasi dengan peringkat yang baik pastinya akan lebih aman. Pergeseran penggunaan DPK pun tidak terelakan karena selaras juga dengan perbankan yang masih berhati-hati. “Pada umumnya bank masih ekstra hati-hati untuk masuk segmen UKM [usaha kecil dan menengah]. Ka ...
Artikel lain:
    icon IPOT:   Relaksasi Bank Indonesia: Bank Ina Nilai Sesuai dengan Kondisi Industri Perbankan - 11 Sep 2017 08:32 (11 hari lalu)
BINA Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek/Perubahan Struktur Pemegang Saham [BINA]
BINA Bank Ina bakal gunting bunga deposito?
27 Aug 2017 19:18 (25 hari lalu) - KONTAN.CO.ID - PT Bank Ina Perdana Tbk bakal menyesuaikan bunga simpanan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate. Meski begitu, Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo mengatakan, pihaknya belum memperhitungkan besaran penurunan suku bunga deposito. Pasalnya, jika melihat kondisi rasio likuiditas alias loan to deposito ratio (LDR) bank berkode saham BINA ini masih di level 73% hingga 76% pada kuartal II 2017. Edy menyebut, langkah yang diambil BI dengan menurunkan bunga acuan sangat tepat mengingat ketatnya persaingan dana di pasar. "Dengan BI rate turun, lebih mempertegas bahwa bunga deposito t ...
BINA Bank Ina yakin kredit bisa tumbuh 9%
23 Aug 2017 17:24 (1 bulan 1 jam lalu) - KONTAN.CO.ID - Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, kinerja bank umum kelompok usaha (BUKU) I dan II negatif pada semester I-2017. Penurunan kredit tertinggi terjadi pada BUKU I. Per Juni 2017, penyaluran kredit BUKU I turun 32,36% menjadi Rp 50,66 triliun dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 74,91 triliun. Penurunan juga terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Pada semester pertama 2017, DPK turun 28,51% year on year (yoy) menjadi Rp 66,44 triliun dari sebelumnya mencapai Rp 92,94 triliun. Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk, Eddy Kuntardjo menilai, pokok permasal ...
Artikel lain:
    icon IPOT:   Bank Ina yakin kredit bisa tumbuh 9% - 23 Aug 2017 19:26 (29 hari lalu)
BINA Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek/Perubahan Struktur Pemegang Saham [BINA]
BINA Laba Bank Milik Salim Group Ini Anjlok dan NPL Naik
03 Aug 2017 16:15 (1 bulan 20 hari lalu) - Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk. berharap rasio kredit bermasalah yang sempat meningkat selama semester I/2017 dapat turun kembali sehingga laba perseroan dapat tumbuh pada semester II/2017. Emiten bersandi BINA tersebut sempat mengalami peningkatan pemburukan kualitas kredit selama semester I/2017. Hal ini tampak dari tumbuhnya rasio NPL perseroan dari 3,38% pada Juni 2016 menjadi 4,65% pada Juni 2017. Tak ayal, laba emiten bank bersandi BINA tersebut tergerus karena perseroan harus membentuk CKPN akibat pemburukan kualitas kredit. "Penurunan laba kami karena bank membentuk CKPN yang lebih besar. Harapannya dalam 6 bulan ke d ...
Artikel lain:
    icon IPOT:   Laba Bank Milik Salim Group Ini Anjlok dan NPL Naik - 03 Aug 2017 16:53 (1 bulan 20 hari lalu)
BINA Bank Ina belum tertarik masuk sektor infrastruktur
02 Aug 2017 17:27 (1 bulan 21 hari lalu) - JAKARTA. Sektor infrastruktur menjadi sektor seksi bagi berbagai lembaga keuangan yang ingin meningkatkan portofolio kredit. Namun, ada juga bank yang memilih tak terjun ke sektor ini. PT Bank Ina Perdana Tbk misalnya, mengatakan belum tertarik untuk masuk ke sektor infrastruktur, termasuk penunjangnya. Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo menyebut, pihaknya belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memasuki sektor infrastruktur. Belum lagi, menurutnya, meski sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan yang tinggi, sektor ini sangat bergantung dari dana pemerintah. "Kami tidak punya pengalaman di pembiayaan penunjang infrastruktur ...
Mode seleksi ketat (strict search) ON. Klik di sini untuk melihat lebih banyak artikel.
  Artikel 1 sampai 10